Belajar dari Ketidaksempurnaan

Filed under: , , , , by: brightshield

Manusia banyak mengeluh kepada Tuhan saat menghadapi keadaan yang tidak mengenakkan.

Tetapi sadarkah kita bahwa dari semua itu kita dapat lebih dekat dengan Tuhan?

Bila kita tidak pernah sakit, bagaimana kita bisa mengetahui Tuhan maha penyembuh?

Bila kita tak pernah memohon ampun padanya, bagaimana kita bisa mengetahui Tuhan maha pengampun?

Bila hidup kita sempurna, apakah kita mau bergantung padanya?

Dari ketidaksempurnaan hidup ini justru kita dapat lebih dekat dengan Tuhan.

GBU

Memberi Dengan Hati

Filed under: , , , by: brightshield

Alkisah dahulu kala hiduplah seorang janda yang miskin dan tidak mempunyai anak.
Ia menggantungkan hidupnya sebagai buruh cuci dengan gaji 2000 rupiah per hari.
Dari uang yang didapat dari mencuci pakaian terkadang ia harus tidak makan karena tidak mempunyai uang yang cukup.
Di waktu yang sama pula hiduplah seorang kaya yang mempunyai harta hingga 5 milyar rupiah.
Hidupnya selalu berkecukupan dan tidak pernah berkekurangan.
Makanan yang ia makan selalu mewah, mulai dari steak,lobster,pizza, dan makan lain yang harganya mahal.
Waktu berlalu hingga tibalah hari dimana kedua orang ini beribadah di tempat yang sama.
Ibadah selesai kemudian masing-masing orang maju untuk memberi persembahan.
Orang yang kaya ini maju dengan hati yang sombong dan memberi uang sebesar 1 juta rupiah.
Banyak orang memujinya karena uang persembahan yang diberikan sangat besar.
Kemudian majulah janda miskin tersebut, ia memberikan seluruh uang miliknya yang berjumlah 5000 rupiah.
Padahal, uang itu dapat dibelikan makanan untuk ia makan hari itu tetapi ia rela tidak makan, ia ikhlas dengan pemberiannya tersebut. Walaupun tidak ada yang memujinya tetapi ia tetap merasa senang.
Saudaraku, mungkin kita sering memandang besarnya persembahan yang kita berikan dari nominalnya.
Tetapi hal tersebut tidaklah benar, Tuhan tidak memandang sesuatu yang kita berikan kepada-Nya dari besarnya nominal yang kita berikan tapi dari hati kita, apakah kita rela memberi sesuatu yang sangat kita sayangi untuknya atau tidak.
Belajarlah dari janda dalam kisah ini, ia rela tidak makan dan memberi semuanya untuk Tuhan.
Kiranya Tuhan memampukan kita untuk dapat memberi dengan hati.

Bercerminlah

Filed under: , , , , by: brightshield

Hari ini saya akan mengulas tentang cermin.
                                                  http://desypardede.files.wordpress.com/2008/11/cermin.gif
Eit, jangan salah, tulisan ini bukan tulisan ilmiah tentang cermin lho, juga bukan tentang cermin di pelajaran kimia..

Cermin adalah kaca yang dapat memantulkan bayangan.

Banyak orang, menggunakan cermin untuk merapikan penampilan mereka, khususnya kaum hawa yang bisa menghabiskan waktu berjam-jam di depan cermin hehe..

Para pelajar juga menggunakan cermin sebagai sarana belajar fisika.

Namun, tahukah anda bahwa cermin juga dapat digunakan untuk sarana pembelajaran diri?

Dengan melihat ke cermin, kita bisa melihat Tuhan ada dalam diri kita
atau sebaliknya, kita malah melihat sosok iblis di dalam cermin tersebut.

Itu semua bukan tergantung dari apa yang sudah kita perbuat,

Tuhan menciptakan kita menurut gambar dan rupa-Nya, hal itu sungguh sangat baik
tetapi seiring berjalannya waktu, gambaran Tuhan dalam diri kita dapat berubah menjadi gambar iblis jika kita berbuat segala sesuatu yang menyimpang dari kehendak-Nya.

Jadi jangan heran jika tiba-tiba seorang anak kecil berkata kepada saudara, "Bapak ini iblis ya?", karena melihat kelakuan kita.

Segeralah berkaca, koreksi apa yang salah dalam diri saudara, bercerminlah.

Tetapi berbahagialah saudara jika seorang anak kecil dapat melihat gambaran Tuhan dalam diri saudara.
GBU